Semua Artikel
MikroTik
BGP
Tutorial

Tutorial Setting BGP di MikroTik RouterOS

Tim Pandawa9 Agustus 2026
Tutorial Setting BGP di MikroTik RouterOS

Tutorial Setting BGP di MikroTik RouterOS

Setelah memahami konsep dasar BGP, berikut contoh praktik mengaktifkan BGP di router MikroTik. Perlu diingat, perintah di bawah bisa sedikit berbeda tergantung versi RouterOS yang dipakai (RouterOS 7 mengubah struktur konfigurasi BGP dibanding RouterOS 6).

1. Pastikan Package Routing Aktif

BGP di MikroTik berjalan lewat package "routing" yang biasanya sudah aktif secara default. Cek di System > Packages untuk memastikan.

2. Siapkan Router ID dan AS Number

Setiap router yang menjalankan BGP butuh Router ID (biasanya salah satu IP loopback) dan AS Number yang sudah didaftarkan atau disepakati dengan upstream/peer.

Contoh di RouterOS 7 menggunakan konsep template dan connection:

/routing bgp template
add name=default-template as=65010 router-id=10.10.10.1

3. Tambahkan Peer / Connection

/routing bgp connection
add name=upstream-peer remote.address=203.0.113.1 remote.as=65530 \
    local.address=203.0.113.2 templates=default-template

Ganti remote.address dan remote.as dengan IP dan AS Number milik peer/upstream, serta local.address dengan IP interface router sendiri yang mengarah ke peer tersebut.

4. Filter Rute yang Diterima dan Diumumkan

Jangan menerima atau mengumumkan semua rute tanpa filter — gunakan routing filter agar hanya rute yang relevan yang diproses, contoh menolak rute default dari peer yang tidak seharusnya mengirim default route:

/routing filter rule
add chain=bgp-in rule="if (dst == 0.0.0.0/0) { reject } else { accept }"

5. Verifikasi Sesi BGP

Cek status peering sudah "Established" atau belum:

/routing bgp session print

Jika status masih Idle atau Connect, periksa kembali IP, AS Number, dan pastikan tidak ada firewall yang memblokir port TCP 179 (port default BGP) antara kedua router.

6. Lihat Rute yang Diterima

/routing route print where bgp

Konfigurasi BGP sebaiknya selalu didampingi dokumentasi jalur dan koordinasi dengan peer/upstream, karena kesalahan filter rute BGP bisa berdampak luas ke seluruh jaringan yang terhubung.